Daging sapi adalah salah satu bahan makanan favorit di Indonesia, digunakan dalam berbagai hidangan mulai dari rendang, sop buntut, steak, hingga bakso. Namun, kualitas daging sangat memengaruhi rasa, tekstur, dan bahkan nilai gizinya.
Memilih daging sapi segar bukan hanya soal warna merahnya saja, tetapi juga melibatkan faktor aroma, kelembutan, kandungan lemak, hingga cara penyimpanannya.
Artikel ini akan membahas 7 tips penting memilih daging sapi segar berkualitas tinggi yang bisa diterapkan saat belanja di pasar tradisional, supermarket, maupun online.
1. Perhatikan Warna Daging
Warna adalah indikator pertama kesegaran daging sapi.
- Daging segar biasanya berwarna merah cerah.
- Hindari daging yang warnanya terlalu pucat (menandakan kurang segar) atau kecokelatan gelap (tanda daging sudah lama terpapar udara).
- Untuk daging giling, pastikan warnanya masih merah muda, bukan abu-abu.
2. Cek Tekstur dan Kekenyalan
Tekstur daging bisa dirasakan dengan sentuhan ringan.
- Daging segar terasa kenyal namun tidak terlalu keras.
- Saat ditekan, permukaan daging akan kembali ke bentuk semula.
- Hindari daging yang terasa lembek, berair berlebihan, atau licin.
3. Perhatikan Aroma
Aroma adalah tanda yang paling jelas untuk menentukan kesegaran.
- Daging segar memiliki aroma khas daging sapi yang ringan.
- Jika tercium bau asam, amis menyengat, atau bau tidak sedap lainnya, sebaiknya dihindari.
- Di supermarket, kemasan vakum yang kedap udara membantu menjaga aroma alami daging.
4. Lihat Distribusi Lemak (Marbling)
Marbling adalah guratan lemak yang tersebar di antara serat daging.
- Marbling yang baik membuat daging lebih juicy, empuk, dan kaya rasa.
- Untuk steak, pilih potongan dengan marbling merata (contoh: ribeye, wagyu).
- Untuk masakan berkuah seperti sop atau rendang, bisa pilih potongan dengan sedikit lemak untuk rasa yang gurih.
5. Perhatikan Cara Penyimpanan Penjual
Kesegaran daging juga bergantung pada cara penjual menyimpannya.
- Pastikan daging disimpan di suhu rendah (sekitar 0–4°C untuk daging segar).
- Hindari membeli dari penjual yang membiarkan daging terpapar sinar matahari langsung.
- Di supermarket, periksa tanggal kadaluarsa atau tanggal pemotongan.
6. Pilih Potongan yang Tepat untuk Masakan
Setiap jenis masakan membutuhkan potongan daging yang berbeda:
- Steak → tenderloin, ribeye, sirloin.
- Rendang & Semur → chuck, brisket.
- Sop → iga sapi, shank.
- Sate → rump, knuckle.
Memilih potongan yang tepat memastikan tekstur masakan sesuai harapan.
7. Beli di Tempat Terpercaya
Kualitas daging sangat bergantung pada sumbernya.
- Belilah dari supplier, distributor, atau toko daging terpercaya yang menjaga kebersihan dan rantai pendinginan.
- Pastikan daging memiliki sertifikat halal dan izin edar resmi.
- Untuk pembelian online, pilih penjual yang memberikan informasi lengkap mengenai asal daging, metode pengemasan, dan estimasi waktu pengiriman.
Tips Tambahan
- Jika membeli dalam jumlah banyak, segera simpan di freezer dengan kemasan rapat.
- Jangan mencuci daging sebelum disimpan di freezer, karena air bisa membentuk kristal es yang merusak serat.
- Gunakan sistem first in first out (FIFO) untuk memastikan stok lama digunakan lebih dulu.
Kesimpulan
Memilih daging sapi segar berkualitas tinggi membutuhkan ketelitian, mulai dari melihat warna, tekstur, aroma, hingga memastikan penjual menjaga standar kebersihan dan penyimpanan. Dengan mengikuti tips ini, masakan yang dihasilkan akan memiliki cita rasa terbaik dan bernilai gizi tinggi.




