Panduan Memahami Label Nutrisi pada Produk Daging

hijrahfooblog

Label nutrisi pada produk daging adalah informasi penting yang memberikan gambaran tentang kandungan gizi, komposisi, dan nilai kesehatan dari produk tersebut. Sebagai konsumen, memahami label ini akan membantu Anda membuat pilihan yang lebih cerdas, terutama jika memiliki kebutuhan diet tertentu atau ingin menjaga kesehatan.


1. Apa itu Label Nutrisi?

Label nutrisi adalah informasi tertulis yang biasanya tercetak pada kemasan produk, mencakup:

  • Jumlah kalori per porsi
  • Makronutrien (protein, lemak, karbohidrat)
  • Mikronutrien (vitamin, mineral)
  • Bahan tambahan atau aditif
  • Informasi alergi
    Label ini wajib dicantumkan pada produk olahan daging sesuai peraturan BPOM dan standar internasional.

2. Bagian Utama Label Nutrisi

2.1 Serving Size (Ukuran Sajian)

Menunjukkan jumlah standar produk dalam satu porsi.
Contoh: 100 gram daging sapi giling.

2.2 Kalori

Jumlah energi yang diperoleh dari satu porsi produk.
Misal: 250 kkal per 100 gram.

2.3 Makronutrien

  • Protein: Menunjukkan jumlah protein, penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan.
  • Lemak Total: Dibagi menjadi lemak jenuh (saturated fat) dan tak jenuh (unsaturated fat).
  • Karbohidrat: Jarang tinggi pada daging murni, tapi bisa tinggi pada produk olahan.

2.4 Mikronutrien

Vitamin dan mineral seperti zat besi, zinc, vitamin B12.


3. Istilah Penting di Label Nutrisi

  • Low Fat: Lemak <3 gram per 100 gram.
  • Lean Meat: Daging dengan kandungan lemak rendah.
  • No Added Preservatives: Tanpa tambahan pengawet.
  • Halal Certified: Sudah mendapat sertifikasi halal dari lembaga resmi.

4. Informasi Alergen

Beberapa produk daging olahan bisa mengandung:

  • Gluten (dari tepung roti)
  • Susu (dari bahan pengikat)
  • Kedelai (dari protein nabati tambahan)
    Wajib diperhatikan bagi penderita alergi.

5. Perbedaan Label Nutrisi Daging Segar vs Olahan

  • Daging Segar: Informasi sederhana, fokus pada protein, lemak, dan vitamin.
  • Daging Olahan: Lebih kompleks, mencakup bahan tambahan, sodium, dan kadar gula.

6. Tips Membaca Label Nutrisi

  1. Perhatikan ukuran porsi
  2. Bandingkan kalori dan protein
  3. Cek kadar lemak dan sodium
  4. Perhatikan bahan tambahan
  5. Pilih sesuai kebutuhan diet

7. Manfaat Memahami Label Nutrisi

  • Mengontrol asupan kalori
  • Menyesuaikan konsumsi protein
  • Menghindari bahan yang tidak diinginkan
  • Memilih produk yang lebih sehat

8. Regulasi dan Standar Label Nutrisi di Indonesia

BPOM mewajibkan label gizi untuk produk kemasan, sesuai Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018.
Standar ini juga mengacu pada Codex Alimentarius untuk perdagangan internasional.


9. Studi Kasus: Membaca Label Nutrisi Produk Daging

Misalnya pada kemasan daging sapi giling beku:

  • Serving Size: 100g
  • Kalori: 250 kkal
  • Protein: 20g
  • Lemak Total: 18g (Lemak Jenuh 7g)
  • Sodium: 70mg
    Konsumen bisa menilai apakah cocok dengan kebutuhan gizinya.

Kesimpulan

Memahami label nutrisi pada produk daging adalah keterampilan penting agar konsumen dapat membuat pilihan yang tepat. Dengan mengetahui kandungan gizi, bahan tambahan, dan sertifikasi, Anda bisa memilih daging yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan dan gaya hidup.

Also Read