Wagyu Australia kini menjadi salah satu primadona di pasar daging premium Indonesia. Meskipun Wagyu identik dengan Jepang, Australia berhasil memproduksi daging Wagyu berkualitas tinggi berkat metode pemeliharaan dan pakan yang terstandarisasi. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai tekstur, rasa, dan harga Wagyu Australia, serta tips membelinya.
1. Asal dan Proses Produksi
Wagyu Australia berasal dari persilangan sapi Wagyu Jepang dengan sapi lokal Australia. Peternakan di Australia menerapkan sistem grain-fed (pakan biji-bijian) selama 350–500 hari, yang menghasilkan marbling tinggi dan rasa daging yang khas.
Keunggulan Wagyu Australia:
- Lingkungan peternakan bersih dengan iklim yang mendukung.
- Pengawasan kualitas ketat sesuai standar ekspor.
- Pakan premium untuk mempertahankan rasa dan kelembutan.
2. Tekstur Daging
Tekstur Wagyu Australia dikenal sangat lembut karena kandungan lemak intramuskular (marbling) yang tinggi. Saat dimasak, lemak ini meleleh, membuat daging juicy dan empuk bahkan pada tingkat kematangan medium well.
Perbandingan Tekstur:
- Wagyu Australia → lembut, juicy, sedikit lebih padat dibanding Wagyu Jepang.
- Daging lokal → serat lebih kasar, lemak lebih sedikit.
3. Rasa dan Aroma
Wagyu Australia memiliki rasa gurih alami (umami) yang kuat dengan aroma butter ringan. Proses grain-fed meningkatkan intensitas rasa tanpa menghilangkan karakter daging sapi yang alami.
Tips Menikmati Rasa Wagyu:
- Gunakan bumbu sederhana seperti garam dan lada.
- Jangan terlalu lama memasak agar rasa asli tetap terjaga.
- Sajikan dengan saus ringan seperti ponzu atau teriyaki.
4. Grade dan Kualitas
Wagyu Australia menggunakan Marble Score (MS) mulai dari 4 hingga 9+. Semakin tinggi skor, semakin banyak marbling dan semakin lembut dagingnya.
| Marble Score | Karakteristik | Kelembutan | Harga per Kg* |
|---|---|---|---|
| MS 4–5 | Marbling sedang, cocok untuk grill | Lembut | Rp 1,5–2 juta |
| MS 6–7 | Marbling tinggi, rasa lebih gurih | Sangat lembut | Rp 2,2–2,8 juta |
| MS 8–9+ | Marbling premium, melt-in-mouth | Super lembut | Rp 3–4 juta |
*Harga perkiraan di pasar Jakarta 2025.
5. Harga di Pasar Lokal
Harga Wagyu Australia di Indonesia tergantung grade, potongan, dan pemasok. Potongan populer seperti ribeye dan sirloin biasanya lebih mahal dibanding brisket atau chuck roll.
Perkiraan harga 2025:
- Ribeye MS 7+ → Rp 2,5–3 juta/kg
- Sirloin MS 6 → Rp 2,2 juta/kg
- Brisket MS 4 → Rp 1,5 juta/kg
6. Kelebihan Wagyu Australia
- Kualitas mendekati Wagyu Jepang dengan harga lebih terjangkau.
- Lebih mudah ditemukan di supermarket premium dan distributor daging.
- Cocok untuk berbagai olahan: steak, yakiniku, shabu-shabu.
7. Kekurangan Wagyu Australia
- Harga tetap tinggi dibanding daging lokal.
- Rasa sedikit berbeda dibanding Wagyu Jepang (kurang buttery).
- Membutuhkan teknik masak yang tepat untuk hasil maksimal.
8. Tips Membeli Wagyu Australia
- Perhatikan Marble Score pada kemasan.
- Pilih daging dengan warna merah cerah dan marbling merata.
- Pastikan membeli dari supplier terpercaya dengan sertifikat halal.
Kesimpulan
Wagyu Australia adalah pilihan tepat untuk pecinta daging premium yang ingin merasakan kelembutan dan rasa gurih tanpa harus membayar harga setinggi Wagyu Jepang. Dengan kualitas yang konsisten, ketersediaan yang mudah, dan harga lebih terjangkau, Wagyu Australia layak masuk daftar belanja Anda.




