Masalah Umum Saat Masak Daging
Pernah nggak kamu sudah masak daging lama-lama, tapi hasilnya tetap keras dan susah dikunyah?
Padahal sudah direbus sampai kuahnya hampir habis, tapi daging masih alot juga.
Masalah ini umum banget terjadi di dapur rumah. Penyebabnya bisa karena salah pilih potongan daging, cara potong yang tidak tepat, atau teknik memasak yang terlalu panas.
Nah, kali ini Hijrahfood ingin berbagi tips lengkap agar daging sapi empuk dan juicy tanpa harus pakai presto atau alat khusus. Semua bisa kamu lakukan di rumah dengan bahan sederhana.
Pilih Jenis Daging yang Tepat
Langkah pertama untuk mendapatkan hasil masakan empuk adalah memilih potongan daging yang sesuai dengan jenis masakan.
Setiap bagian sapi punya tekstur serat dan kadar lemak berbeda.
Berikut panduan singkatnya:
| Jenis Potongan | Cocok untuk Masakan | Tekstur | Catatan |
|---|---|---|---|
| Has Dalam (Tenderloin) | Steak, tumis cepat | Sangat empuk | Waktu masak sebentar |
| Topside / Knuckle | Semur, rendang | Sedang | Perlu waktu masak lama |
| Brisket (Sandung lamur) | Soto, sup | Empuk & berlemak | Ideal untuk slow cooking |
| Cube Roll (Ribeye) | Steak, BBQ | Juicy & berlemak | Potongan premium Friboi |
| Shank (Betis sapi) | Sop, rawon | Banyak kolagen | Akan empuk bila dimasak lama |
Di Hijrahfood Meatshop, kamu bisa menemukan semua jenis potongan ini — mulai dari daging segar lokal hingga Friboi Beef dari Brazil yang terkenal empuk dan halal.
Potong Daging dengan Arah Serat yang Benar
Kebanyakan orang tidak sadar bahwa cara memotong daging bisa menentukan hasil akhir keempukan.
Cara yang benar: potong melintang arah serat daging.
Dengan cara ini, serat otot lebih pendek dan mudah patah saat dikunyah.
Cara yang salah: potong searah serat, karena hasilnya akan alot dan keras meski dimasak lama.
Jika ragu, kamu bisa minta potongan daging di Hijrahfood Meatshop langsung dipotong sesuai jenis masakan — misalnya untuk “semur,” “rendang,” atau “steak.”
Gunakan Bahan Alami untuk Melunakkan Daging
Sebelum dimasak, kamu bisa melunakkan daging dengan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di dapur:
- Daun pepaya – Bungkus daging dengan daun pepaya selama 30 menit sebelum dimasak. Enzim papain membantu memecah serat otot.
- Nanas muda – Parut sedikit nanas dan lumuri daging selama 15 menit. Jangan terlalu lama agar tidak hancur.
- Air jahe atau parutan jahe – Selain melembutkan, juga menghilangkan bau amis.
- Soda kue – Rendam daging dalam air soda kue selama 15–20 menit, lalu bilas bersih.
- Cuka atau air jeruk nipis – Asamnya membantu memecah jaringan otot daging.
Tips ini cocok kalau kamu tidak punya presto atau butuh hasil cepat tanpa alat tambahan.
Gunakan Api Kecil dan Waktu Masak Lama
Kesalahan umum saat masak daging adalah api terlalu besar.
Padahal panas tinggi membuat air di dalam daging cepat keluar dan tekstur jadi keras.
Solusinya, gunakan metode slow cooking — api kecil tapi waktu lama.
Biarkan daging perlahan menyerap bumbu sambil melunakkan serat ototnya.
Misalnya:
- Semur atau rendang: 45–60 menit
- Soto atau sop: 60–90 menit
- Daging berlemak seperti brisket: bisa sampai 2 jam
Kalau ingin lebih efisien, gunakan slow cooker agar suhu stabil dan daging tetap juicy.
Rebus Daging dengan Teknik yang Tepat
Berikut teknik merebus daging supaya hasilnya lembut dan tidak keras:
- Rebus air terlebih dahulu hingga mendidih, baru masukkan daging.
→ Ini membantu menutup pori-pori daging agar sari tidak banyak keluar. - Setelah 5 menit, buang air rebusan pertama (untuk menghilangkan kotoran dan darah).
- Rebus kembali dengan air baru yang sudah panas.
- Tambahkan rempah seperti jahe, daun salam, dan sereh untuk aroma alami.
- Tutup panci dan biarkan mendidih perlahan.
Kalau kamu ingin membuat daging cepat empuk tanpa presto, bisa tambahkan sendok kayu di atas panci — trik rumahan ini membantu menjaga tekanan uap tetap stabil.
Jangan Masak Daging Terlalu Lama
Terlalu lama memasak justru bisa membuat daging jadi kering.
Ketika air terlalu banyak menguap, serat daging mengeras kembali karena kehilangan kelembapan alami.
Ciri daging sudah pas:
- Teksturnya lembut tapi masih padat
- Kuah mulai mengental
- Tidak mudah hancur saat diaduk
Kalau kamu mau tekstur “jatuh” seperti rendang Minang, pastikan cairan cukup dan diaduk perlahan supaya tidak gosong.
Simpan Daging di Suhu Tepat Sebelum Dimasak
Daging beku sebaiknya dicairkan perlahan (defrost) di kulkas selama beberapa jam sebelum dimasak.
Jangan langsung direndam air panas, karena bisa merusak serat otot dan membuat daging jadi keras setelah dimasak.
Hijrahfood menjaga dagingnya tetap dalam sistem cold chain — yaitu rantai dingin dari gudang hingga toko — agar tetap segar, higienis, dan empuk alami tanpa bahan kimia tambahan.
Kalau kamu beli dari Hijrahfood Meatshop, cukup simpan di kulkas dengan suhu -18°C (freezer) atau 0–4°C (chiller) tergantung jenis dagingnya.
Gunakan Bumbu dengan Teknik “Marinasi”
Marinasi bukan hanya menambah rasa, tapi juga membantu melembutkan daging.
Campurkan bumbu seperti bawang putih, kecap manis, lada, garam, dan minyak zaitun.
Rendam daging minimal 30 menit sebelum dimasak — lebih lama lebih baik, terutama jika ingin panggangan atau steak lebih lembut dan juicy.
Untuk hasil maksimal, simpan daging yang sudah dimarinasi dalam wadah tertutup di kulkas.
Belanja Daging Berkualitas di Hijrahfood Meatshop
Semua teknik di atas akan jauh lebih mudah jika kamu mulai dari bahan daging yang segar dan berkualitas tinggi.
Hijrahfood menyediakan berbagai pilihan daging sapi terbaik:
- Friboi Beef (Brazil) – daging impor premium, tekstur lembut & halal bersertifikat.
- Allana Beef (India) – pilihan ekonomis untuk olahan rumahan.
- Daging lokal segar – potong harian dari peternak lokal terpercaya.
Kamu bisa beli per kilo di cabang Hijrahfood Meatshop terdekat atau pesan langsung lewat WhatsApp. Semua dikirim dengan kendaraan berpendingin untuk menjaga kesegaran.
Penutup: Daging Empuk Itu Soal Teknik dan Kualitas
Memasak daging sapi empuk bukan soal keberuntungan, tapi soal teknik dan bahan.
Dengan memilih potongan yang tepat, memotong melintang serat, menggunakan bahan pelunak alami, serta memasak dengan suhu rendah, kamu bisa mendapatkan hasil lembut seperti restoran.
Dan yang paling penting, gunakan daging segar berkualitas seperti yang tersedia di Hijrahfood Meatshop.
Dengan bahan yang baik, hasil masakan pasti lebih enak — karena dari daging yang segar, lahir masakan yang istimewa.




